BNPB Sebut Luncuran Awan Panas Guguran (APG) Gunung Api Semeru Sejauh 19 Kilometer

- Senin, 5 Desember 2022 | 00:05 WIB
Status Gunung semeru dinaikan dari level siaga menjadi level awas (tangkapan layar Instagram @bbtnbromotenggersemeru)
Status Gunung semeru dinaikan dari level siaga menjadi level awas (tangkapan layar Instagram @bbtnbromotenggersemeru)

ISLAMASANIA.COM - Gunung Api Semeru saat ini masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya, dan ditunjukkan dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan indikator yang lain, pada hari Minggu, 4 Desember 2022.

Seperti dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat keterangan tertulisnya, sumber luncuran Awan Panas Guguran (APG) berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava, yang berada sekitar 800 meter dari puncak (Kawah Jonggring Seloko). Awan Panas Guguran tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur telah mencapai 7 kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

Sementara aktivitas kegempaan terjadi pada tanggal 4 Desember 2022 pukul 00.00 - 06.00 WIB, dan terekam delapan kali gempa letusan, satu gempa Awan Panas Guguran yang masih berlangsung hingga pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Naskah MC Terbaru Acara Muhadhoroh dalam Bahasa Jawa di Madrasah Ibtidaiyah Mathlail Falah Desa Cibodas Tanara

Hal ini menunjukkan aktivitas erupsi dan awan panas guguran di Gunung Api Semeru masih sangat tinggi. Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Api Semeru.

Akibat masih adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Api Semeru dari ‘Siaga’ menjadi ‘Awas’ atau dari Level III menjadi Level IV, terhitung per pukul 12.00 WIB hari ini.

Beriringan masih meningkatnya status aktivitas vulkanik tersebut, maka PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Baca Juga: Teks MC Terbaru Acara Muhadhoroh dalam Bahasa Sunda di Madrasah Ibtidaiyah Mathlail Falah Desa Cibodas Tanara

Selain itu, diluar jarak tersebut, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Selanjutnya, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Halaman:

Editor: Iwan Setiawan

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X