• Sabtu, 10 Desember 2022

Ini Alasan Timnas Iran Tolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan Jelang Lawan Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar

- Selasa, 22 November 2022 | 02:22 WIB
Pemain tim nasional Iran hanya terdiam dengan wajah muram saat lagu kebangsaannya dinyanyikan jelang menghadapi tim Inggris (dok: Marko Djurica/Reuters)
Pemain tim nasional Iran hanya terdiam dengan wajah muram saat lagu kebangsaannya dinyanyikan jelang menghadapi tim Inggris (dok: Marko Djurica/Reuters)

ISLAMADANIA.COM - Pemain tim nasional Iran menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaannya di Piala Dunia 2022, jelang menghadapi pemain Inggris, aksi mereka mengundang perhatian para penonton.

Diketahui, skuad tim nasional Iran melakoni pertandingan perdananya dari Grup B Piala Dunia 2022 melawan pemain Inggris, yang berlangsung di Stadion Khalifa, Al Rayyan, pada Senin (21/11) malam.

Umumnya, setiap pemain menyanyikan lagu kebangsaan negaranya masing-masing, namun berbeda dengan tim nasional Iran yang menolak untuk mengumandangkan lagu kebangsaannya jelang menghadapi Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar.

Baca Juga: Kalau Hernia Belum Terlalu Parah Kata dr.Zaidul Akbar Bisa Diatasi Pakai Cara Ini Dulu Sebelum Medis

Kesebelasan para pemain Iran hanya berdiri tanpa ekspresi dan wajah muram saat lagu kebangsaan mereka berkumandang di Stadion Internasional Khalifa di Doha.

Hal ini dilakukan sebagai tanda dukungan untuk protes massal di tanah air setelah banyak penggemar menuduh skuad berpihak pada tindakan kekerasan negara terhadap korban.

Seperti dilansir Islamadania.com dari News Straits Times pada 21 November 2022, Iran telah diguncang oleh protes nasional selama dua bulan sejak kematiannya wanita muda berusia 22 tahun Mahsa Amini dalam tersingkirnya polisi moral pada 16 September.

Baca Juga: Bagana Jawa Barat Open Donasi Bantu Ringankan Korban Gempa Bumi di Cianjur  

Amini merupakan seorang wanita Iran asal Kurdi, dia meninggal tiga hari setelah penangkapannya di Teheran atas tuduhan pelanggaran aturan berpakaian Republik Islam untuk wanita, termasuk kewajiban berjilbab.

Dikabarkan lewat kantor berita aktivis HRANA yang menyatakan sebanyak 410 pengunjuk rasa tewas dalam melahap hingga Sabtu, termasuk 58 anak di bawah umur, dan sekitar 54 anggota pasukan keamanan juga tewas, kata HRANA, dengan sedikitnya 17.251 orang ditangkap, sementara pihak bersenjata belum memberikan perkiraan jumlah kematian yang lebih luas.

Halaman:

Editor: Iwan Setiawan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X