• Jumat, 30 September 2022

Peduli Nasib Pendidikan Anak Pelosok Desa, KUKERTA 116 UIN Banten Gelar Seminar Pendidikan

- Senin, 22 Agustus 2022 | 20:38 WIB
Kelompok KUKERTA 116 UIN Banten Menggelar Seminar Pendidikan dan Kesehatan Mental Remaja di Desa Jalupang Girang, Lebak-Banten. (Dok. Pribadi)
Kelompok KUKERTA 116 UIN Banten Menggelar Seminar Pendidikan dan Kesehatan Mental Remaja di Desa Jalupang Girang, Lebak-Banten. (Dok. Pribadi)

ISLAMADANIA - Pendidikan adalah fondasi dasar untuk terciptanya masyarakat dan bangsa yang beradab dan berkemajuan. Kualitas pendidikan dan sumber daya manusia suatu bangsa menjadi salah satu di antara tolak ukur dan penentu bagi berkembang atau runtuhnya suatu bangsa dan peradaban.

Hal itu pula yang kemudian menjadi pendorong dan alasan kuat bagi kelompok KUKERTA 116 UIN Banten yang melaksanakan program pengabdian di desa Jalupang Girang, Kecamatan Banjarsari, Lebak-Banten, untuk menggelar seminar pendidikan dan kesehatan mental remaja.

"Dari data yang kami dapatkan, banyak anak-anak di kampung tempat kami mengabdi, ternyata sangat minim untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya. Mereka hanya berhenti di tingkat Sekolah Menengah Pertama, setelah melakukan analisa dan pemetaan masalah, ternyata faktor utamanya adalah pola pikir atau pemahaman mereka terhadap pendidikan" Ujar Faqih Assidiqi, ketua pelaksana seminar pendidikan dan kesehatan mental.

Baca Juga: Pandangan Hukum Islam Untuk Kasus Cinta Beda Agama

"Seminar pendidikan dan kesehatan mental remaja ini memang menjadi bagian dari program divisi pendidikan di kelompok KUKERTA 116 UIN Banten di Jalupang Girang, kami sengaja memilih seminar pendidikan dan kesehatan mental remaja, utamanya sebagai pintu pembuka untuk membuka wawasan terhadap adik-adik kita yang mungkin belum mendapatkan pemahaman yang utuh terkait pendidikan, padahal, pendidikan itu sangat penting bagi kemajuan dan perkembangan hidup mereka ke depan dan juga untuk mengenal para remaja terkait isu kesehatan mental. Selain itu, hal ini juga menjadi tanggung jawab kami sebagai insan pendidikan, karena, kebanyakan dari kami berasal dari jurusan pendidikan, setidaknya ini menjadi salah satu di antara upaya kami dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan dunia pendidikan." Ungkap Wida Yulistia, selaku panitia seminar pendidikan dan kesehatan mental remaja.

Kegiatan seminar dibawakan dan diisi oleh Sanik Radu Fatih, yang merupakan aktivis dan pegiat sosial yang telah berkecimpung lama di bidang Non Government Organization dan lembaga filantropi, khususnya bidang pendidikan, media komunikasi dan pemberdayaan masyarakat.

Seminar disajikan dengan cara yang ringan dan bahasa yang mudah dipahami, sambil berkeliling dan metode interaktif kepada para siswa yang menjadi peserta seminar.

Baca Juga: Doa Saat Diri Dihina, Dibully, Dizholimi atau Pun Diperlakukan Buruk

"Seminar ini memang tidak akan langsung mengubah dan mendorong para siswa peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, kita membutuhkan proses dan waktu yang panjang untuk hal itu. Hanya saja, setidaknya, dengan dilaksanakannya seminar pendidikan dan kesehatan mental remaja ini, bisa terjadi transfer knowledge dan membuka cakrawala mereka tentang betapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan dan betapa besarnya pengaruh kesehatan mental terhadap pola pikir dan tindakan kita, di sini saya bawakan dengan pendekatan teologis, karena melihat pengaruh keagamaan di kampung ini bisa dikatakan lumayan kuat" Ungkap Sanik, selaku fasilitator sekaligus narasumber seminar pendidikan dan kesehatan mental.

Halaman:

Editor: Nursanik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X