Belajar Ideologi: Prinsip Aswaja di Bidang Tasawuf

- Kamis, 1 Desember 2022 | 10:00 WIB
Aswaja di Bidang Tasawuf (pixabay.com)
Aswaja di Bidang Tasawuf (pixabay.com)

ISLAMADANIA – Setelah sebelumnya belajar ideologi menampilkan metodologi pemikiran, kerangka berfikir atau Manhaj Al-Fikr dari Aswaja.

Dalam pembahasan kali ini, ISLAMADANIA menghadirkan prinsip Aswaja di bidang tasawuf.

Dikutip ISLAMADANIA dari Hand Out Many Have Eyes But Do Not See karya Nur Sayyid Santoso Kristeva, berikut pembahasan prinsip Aswaja di bidang tasawuf selengkapnya.

Baca Juga: Belajar Ideologi: Metodologi Pemikiran atau Manhaj Al-Fikr Aswaja, Tasamuh atau Toleran

Imam Al-Junaid bin Muhammad Al-Baghdadi menjelaskan “Tasawuf artinya Allah mematikan dirimu dari dirimu, dan menghidupkan dirimu dengan-Nya; Tasawuf adalah engkau berada semata-mata bersama Allah SWT tanpa keterikatan apa pun.”

Imam Abu Hamid Al-Tusi Al-Ghazali menjelaskan “Tasawuf adalah menyucikan hati dari apa saja selain Allah… Aku simpulkan bahwa kaum sufi adalah para pencari di Jalan Allah, dan perilaku mereka adalah 17 perilaku yang terbaik, jalan mereka adalah jalan yang terbaik, dan pola hidup mereka adalah pola hidup yang paling tersucikan. Mereka telah membersihkan hati mereka dari berbagai hal selain Allah dan menjadikannya sebagai saluran tempat mengalirnya sungai-sungai yang membawa ilmu-ilmu dari Allah.”

“berada semata-mata bersama Allah SWT tanpa keterikatan apapun” kata Imam Al-Junaid, lalu “menyucikan hati dari apa saja selain Allah…. Mereka (kaum Sufi) telah membersihkan hati mereka dari berbagai hal selain Allah..,” kata Imam Al-Ghazali.

Baca Juga: Belajar Ideologi: Metodologi Pemikiran atau Manhaj Al-Fikr Aswaja, Taadl atau Adil

Seorang sufi adalah mereka yang mampu membersihkan hatinya dari keterikatan selain kepada-Nya. Ketidakterikatan kepada apapun selain Allah SWT adalah proses batin dan perilaku yang harus dilatih bersama keterlibatan kita di dalam urusan sehari-hari yang bersifat duniawi.

Zuhud harus dimaknai sebagai ikhtiar batin untuk melepaskan diri dari keterikatan selain kepada-Nya tanpa meninggalkan urusan duniawi.

Halaman:

Editor: Adi Wahyudi

Tags

Terkini

Terpopuler

X